
pada akhir pekan banyak warga jakarta yang melepas kepenatan di ibukota dengan berlibur kepuncak,sama dengan warga semarang yang setiap akhir pekan melepaskan kepenatan di bandungan
banyak yang benyebut bandungan sebagai puncaknya semarang,dengan udara yang sejuk pemandangan dari alam pegunungan yang dapat langsung melihat indahnya rawapenig dari atas,wisata belanjanya berupa bunga yang segar dan banyaknya akomodasi yang disediakan menjadikan bandungan tempatfavorit bagi warga semarang di setiap akhir pekan
Label: wisata bandungan
Objek wisata Air Terjun Penglebur Gongso dan Objek wisata Sumber Api Abadi pada wilayah Sumowono keduanya merupakan objek wisata alam yang memiliki fasilitas rekreasi dan masing-masing memiliki keindahan alam tersendiri. Secara umum objek wisata Air Terjun Penglebur Gongso dan Objek wisata Sumber Api Abadi memiliki kondisi objek wisata yang masih bagus. Ketersediaan tempat parkir pada Air Terjun Penglebur Gongso dapat lebih memudahkan pengunjung untuk menempatkan kendaraaan yang mereka bawa. Keadaan jalan
Label: wisata bandungan
objek wisata banyu biru
Kawasan Banyu Biru merupakan salah satu daerah yang memiliki banyak objek wisata. Dari tabel di atas dapat dilihat, bahwa ada 12 (dua belas) objek wisata yang ada di wilayah Banyu biru, baik wisata alam maupun wisata budaya. Wisata alam yang dapat dikunjungi di Banyu Biru seperti Bukit Cinta, Langen Tirta Muncul, Muncul, Air Terjun Pager Gedhong, Pereng Kuning, Hutan Srandil dan Sendang Ari Wulan, sementara objek wisata yang lain merupakan objek wisata budaya.
Label: wisata bandungan
Objek wisata bandungan
daerah Bandungan memiliki objek wisata antara lain Candi Gedong Songo dan Taman Renang Alam Sidomukti. Pada tabel tersebut dapat dilihat bahwa ke dua objek wisata tersebut memiliki fasilitas pertamanan, sementara fasilitas-fasilitas yang lain, seperti parkir, arena bermain anak dan rekreasi
Label: wisata bandungan
Objek wisata di ungaran
Obyek wisata di Ungaran meliputi 10 tempat wisata. Meliputi, Penggaron, Tirtoargo, Air Terjun Semiran, Puncak Suroloyo, Benteng Kuno Ungaran, Makam Jend. Gatot Subroto, Makam Ibu.Adi Munadi, Taman Batas Kota, Curuk Lawe, dan Makam Ki Ageng Ungaran
Label: wisata bandungan


adanya produk wisata yang unik dan indah tentunya menjadi daya tarik tersendiri bagi suatu objek wisata dan mendorong wisatawan untuk mengunjunginya berikut ini adalah produk wisata yang ada di umbul sidomukti
PRODUK WISATA
Mendaki G. Ungaran ( 2.059 m DPL )
Wisata Goa Jepang
Tea Walk ke Kebun Teh Medini
Coffee Walk Kebun Kopi Sikendil
Wisata Air terjun Curug Lawe
Pemandian Umbul Sidomukti dan Sendang Dawuhan
Wisata Kampung Tradisional
Sentra hortikultura sayur mayur, tanaman hias dan bunga potong
WISATA TIRTA ALAMI
SENDANG DAWUHAN
Desa Wisata Panorama Sidomukti
Ungaran-Kabupaten Semarang Jawa Tengah
WISATA TIRTA ALAMI
UMBUL SIDOMUKTI
Desa Wisata Panorama Sidomukti
Ungaran-Kabupaten Semarang Jawa Tengah
Label: wisata keluarga

dalam pengembangan suatu objek wisata konsep produk wisata sangat lah penting untuk meberikan ciri khas yang spesifik terhadap objek wisata tersebut
obyek wisata umbul sidomukti memiliki konsep produk yang unik yang membuat umbul sidomukti harus anda kunjingi
Kosep produck
-Mengembangkan Desa Wisata Panorama Sidomukti menjadi sebuah tempat yang unik dan mengesankan sebagai Ekowisata
-Menjadi Obyek Wisata untuk memenuhi kebutuhan rekreasi, wisata untuk keluarga (anak-anak dan dewasa), dan sarana corporate activity
-Mengambil posisi yang berbeda dari Obyek Wisata lainnya di Kawasan Wisata Bandungan
Menciptakan Brand Image dan Activity yang kuat dan berdaya jual agar menjadi ikon (sejak tahap konsep – development – operasional)
-Mengelola aktifitas yang menarik, berkesan, memberi pengalaman baru, menjadi trend setter dan kebanggaan.
-Multi Function Hall untuk sarana penunjang kegiatan konvensi (Meeting, Incentive, Conference, Exhibition).
-Agrowisata untuk meningkatkan budidaya produk hortikultura.
Label: wisata keluarga

Lokasi perencanaan Desa Wisata Panorama Sidomukti, Ungaran, Kabupaten Semarang, berada di wilayah pengembangan Pariwisata Sub Wilayah A Pengembangan Pariwisata provinsi Jawa Tengah
umbul sidomukti merupakan tujuan wisata didaerah bandungan yang sangat berpotensi dimasa depat berikut ini beberapa fenomena alam yang dapat di temui di umbul sidomukti
Fenomena alam di umbul sidomukti
• Pemandangan indah, panorama luas yang alami dan fantastik
• Panorama gunung Merbabu, Telomoyo, Andong, Lawu, Muria dan Rawa Pening
• Hutan Pinus dan Puncak gunung Ungaran
• Tanah pegunungan berkontur
• Diapit 2 jurang menakjubkan (jurang Ungup-Ungup & jurang Ateuy)
• Kawasan hortikultura
• Udara bersih, segar dan dingin
• Suasana hening
Label: wisata keluarga
EXPLORE to experience the joys of Susan’s style in Dusun Piyoto, Bandungan.
0 komentar Diposting oleh zaky sulaiman di 20.20

EXPLORE to experience the joys of Susan’s style in Dusun Piyoto, Bandungan.
Between spa treatments or on its own, a leisurely, essential oil-enchanted, candlelight soak as you sip a fresh herbal infusion of your choice is a heavenly way to spend a misty mountain afternoon.
Susan Spa and Resort is regarded as one of Java’s leading spa destination. Built at a height of 1100 m above sea level on the slope of Ungaran mountain, surrounded by a mountain range of seven peaks at the scenic setting of Bandungan, our retreat lies just 36 km from Semarang, the capitol city of Central Java.
The location bring to life the unique healing power of scred water and mountain charm. Combined, this elements build inner strength and replenish the spirit.
OUR RETREAT offers a wide range of beauty and massage treatments, which include facial, arm and leg rejuvenation, hair treatment, aromatherapy, reflexology along side an exciting range of conditioning activities in our fitness center.
Susan’s ginger tea “Pandan Wangi” and our staff's hospitality will accompany you throughout your visit. As our special guest, we look forward to providing you with the most memorable service.
Label: fasilitas

Sate Kelinci
Bergeser sedikit kea arah objek wisata Bandungan, Anda bisa menikmati sate kelinci dengan rasa dagingnya yang lembut dan gurih. “Sate kelinci lebih lembut dari sate ayam. Saya kalau ke sini pasti makan sate kelinci,” kata Sisca (34), seorang pengunjung dari Jepara yang datang bersama suami dan anak-anaknya. Penjual sate kelinci jumlahnya juga tak kalah banyak. Kebanyakan yang jual adalah mbok-mbok. Mereka menempati lokasi di pinggir jalan atau menempel pada tembok objek wisata Bandungan. Harga untuk 10 tusuk sate kelinci dengan lontong atau nasi berkisar Rp 11.000,- Anda tidak suka sate kelinci, bisa nikmati sate ayam dengan harga lebih murah Rp 1.000,- Baik sate kelinci maupun sate ayam disantap dengan bumbu kacang yang kental.
Label: wisata kuliner

Bila Anda sekeluarga atau rombongan sedang berdarmawisata ke museum Palagan Ambarawa, Jawa Tengah, jangan lupa mampir sejenak ke daerah Bandungan yang jaraknya sekitar 5 Km dari kota Ambarawa. Di antara obyek wisata Bandungan dan Gedong Songo, tepatnya di Jl. Raya Sukorini, Anda bisa menjumpai deretan warung lesehan penjual tahu serasi yang siap santap.
Tahu serasi merupakan tahu khas dari daerah Bandungan, Ambarawa. Di daerah ini memang terkenal sebagai sentral pengrajin yang terbuat dari kacang kedelai. Selain tahu serasi, minumannya adalah sari kedelai yang rasanya sangat gurih. Tahu Serasi sendiri warnanya putih bersih dan sangat padat. Rasanya sangat enak dan gurih. Keistimewaannya tahu serasi buatan Bandungan tidak mengunakan pengawet sama sekali. Biasanya menikmati tahu serasi, tahu digoreng terlebih dahulu. Satu bungkus tahu serasi yang isinya delapan potong harganya berkisar Rp 10.000. Menikmati tahu serasi, penjual biasanya menyediakan sambel kecap yang dibuat dengan bawang goreng dan irisan cabe yang dicampur jadi satu dengan kecap manis. Sebaiknya, Selagi hangat, tahu serasi langsung dicocolkan ke sambel kecap. Sedangkan untuk minumannya, tersedia sari kedelai. Rasanya sangat manis an segar. Minuman ini bisa Anda pesan sesuai selera. Anda bisa pesan panas atau dingin dengan mencampurkan batu es. “Kalau sore hari, banyak yang suka panas. Apalagi daerah sini udaranya agak sejuk seperti di puncak,” kata Hendra, seorang penjual tahu serasi
Label: wisata kuliner


Species langka itu muncul lagi di Bandungan Elang Jawa (spizaetus bartelsi), tepatnya di kawasan Taman Wisata Candi Gedong Songo. Hari minggu itu sengaja saya jalan-jalan ke kawasan wisata tersebut karena kangen mandi air panas dari sumber belerang, berangkat dengan menggunakan sepeda kira-kira perjalanan 30 menit sampailah saya di kompleks pelataran candi dan mulai naik menuju ke Candi III melewati jalan yg memang khusus dibuat oleh pengelola untuk memudahkan pengunjung agar mereka nyaman, jalan yg ada sekarang ini kondisinya relatif sudah bagus dibandingkan 2 tahun terakhir yang mirip sungai kering.
Bandungan memang dikenal sebagai daerah penghasil bunga, terutama unutuk bunga krisan atau lili. Keindahan bunga lili Bandungan sudah terbukti di kota-kota besar sekitarnya, kalau tidak bunga lili import yang mereka jual pasti dari Bandungan, sedangkan bunga krisan saati ini masih menjadi primadona di Bandungan, fenomena ini berdampak kepada meningkatnya kondisi perekonomian warga sekitar, sehingga banyak muncul "Orang Kaya baru" .
Tetapi ternyata dengan meningkatnya perekonomian masyarakat itu tidak dibarengi dengan kesadaran akan pengelolaan lingkungan, penggunaan pestisida dan pembukaan lahan baru untuk dibangun tempat budidaya tanaman krisan. Penggunaan pestisida ini mematikan tikus dan ular sebagai bagian dari rantai makanan, terutama makanan bagi Elang Jawa. Ketika masih SD dulu saya bisa menjumpai Elang Jawa di atas pekarang rumah saya yang biasa memangsa anak ayam.
Tetapi di hari minggu itu saya menjumpai sepasang Elang Jawa yang sedang terbang bebas di Kawasan Candi Gedong Songo. Apakah kemunculan Elang Jawa ini bahwa perbaikan kualitas lingkungan di Bandungan dan sekitarnya semakin baik??Saya tidak terlalu yakin..Tetapi saya beruntung melihat kembali Elang Jawa itu muncul kembali..
Label: wisata budaya

Villa candi
Vila candi lokasinya ada di dusun talun kecamatan candi vila ini lebeh menyerupai rumah kayu dengan memiliki empat villa yang disewaka. Lantainya terbuat dari kayu ulin menjadikan suasana di villa ini menjadi hangat .villa yang disewakan memiliki 3 kamar tidur dan tersedia air hangat untuk pengujungnya .pemilik villa ini adalah seorang pengusaha asal ungaran komplek villa yang terdiri dari 1 villa utama dengan tiga lantai , tiga villa tamu 2 lantai dengan 3 kamar tidur.
Di villa ini terdapat kantin dan diatasnya ada aula yang dapat juga digunakan sebagai gedung pertemuan bagi anda yang inggin mengadakan pertemuan dengan udara yang sejuk dapat mengunakan aula ini
Bagi keluarga yang inggin memasak sendiri juga disediakan dapur anda dapat memasak rame rame di dapur. Telah disediakan peralatan penggorengan dan peralatan lainya untuk memasak
Label: fasilitas
Airlines office in Central Java.
Semarang Municipality
• Garuda Indonesia
Jl Pandanaran 116-120 (Graha Santika Hotel), Phone: (024) 8449331
Jl KH.Ahmad Dahlan No.2 (Hotel Horison Semarang)
Achmad Yani Airport Complex Phone: (024) 7606116
• Mandala Airlines
Letjend Jl. MT. Haryono 864 Phone: (024) 844737
Achmad Yani Airport Complex Phone: (024) 7603011
• Merpati Nusantara Airlines
Jl Gajahmada 17 Phone: (024) 3517137
Achmad Yani Airport Complex Phone: (024) 7605269
Surakarta City
• Garuda Indonesia
Jl Brigjend Slamet Riyadi 201 (chakra Hotel) Phone: (0271) 630028
Adi Sumarmo Airport Phone: (0271) 782171
• Silk Air
Brigjend Jl. Slamet Riyadi 272 (Novotel) Telephone: (0271) 724606
Adi Sumarmo Airport Phone: (0271) 782195
Shipping Routes
Seaport Tanjung Emas in Semarang on the northern coast and the port of Tanjung Intan Cilacap, on the south coast are the main ports where most of them served by Pelna, a transport company of the government.
HIGHWAY COUNTRY BY TRAIN
The path of the road north of Jakarta, Semarang, Surabaya and the runway to the south of the railway linking Jakarta-Bandung Surakarta, Purwokerto, Yogyakarta, Surabaya.
The train is different, depending on the category or class. Economy Class also Tawang Jaya Mas Tawang and Kertajaya Brantas. Senja Utama and Fajar Utama its second class and Argo Bromo, Argo Muria, Sembrani, Kamandanu, Argo class are more expensive courses.
PT. Kereta API INDONESIA (KAI)
Booking: Tawang Station: 62 024 355 2093, 62 024 358 2859
Immigration Custom
All visitors to Indonesia, a passport valid for at least six months of the proof of the transfer or return tickets.
Visas are required, except for nationals of the following countries: Argentina, Australia, Austria, Belgium, Brazil, Brunei Darussalam, Canada, Chile, Czech Republic, Denmark, Egypt, Finland, France, Germany, Greece, Hungary, Hong Kong, Ireland , Iceland, Italy, Japan, Kuwait, Liechtenstein, Luxembourg, Malaysia, Maldives, Malta, Mexico, Monaco, Netherlands, New Zealand, Norway, the Philippines, Singapore, South Korea, Saudi Arabia, Spain, Sweden, Switzerland, Thailand, Turkey, United Kingdom (Great Britain), the United Arab Emirates, United States of America, Venezuela, Yugoslavia and Taiwanese holding MFA / M passports.
Go to the embassy or consulate of the Republic of Indonesia for your visa to your final destination. Visa Entry is free for a maximum of 60 days and is not expandable
Label: akses lokasi
Visit Bandungan Culture and tourism Introduction to bandungan
0 komentar Diposting oleh zaky sulaiman di 07.24
Visit Bandungan Culture and tourism
Introduction to bandungan
Hotel
Led by a senior governor of the Central Java consists of 35 regencies and municipalities. Regency Council headed by Bupati (Regent) and municipalities by Walikota (Mayor).
Regencies and municipalities divided into sub-district Camat led by the district and distributed in villages led by Lurah Kepala or DESA.
Climate
Average temperature 21 - 32 C during the rainy season from October to April and the dry season from April to October.
Religion
Embrace the freedom of religion is fully guaranteed by the government. Islam is the largest of the five religions (Muslim, Protestant, Catholic, Buddhist and Hindu).
Language
Java with various dialect is the language used daily by most people, but the central Java language Bahasa Indonesia.
People
The population of Central Java welcomes you with hospitality and friendly.
The population is 50.4 thousand in 2002, about 896 people per square kilometer of living as a farmer, businessman, government official. In addition to the original strain, some strain stay here as Arabic, Chinese, Indian and Pakistani. "Kebaya" is the traditional clothing worn by women.
Label: akses lokasi
Banyaknya turis ke Umbul Sidomukti memberi peluang peningkatan kesejahteraan warga Desa tempat lokawisata tersebut berada. Peningkatan pendapatan tersebut bisa dilakukan dengan menyediakan homestay di rumah-rumah penduduk. Warga setempat juga perlu disiapkan untuk menyambut para tamu. Kamar tidur, ruang tamu, dan kamar mandi harus dijaga tetap bersih untuk tamu. Selain homestay, di kawasan PT PAS terdapat sejumlah vila untuk keluarga penikmat wisata alam.
”Tidak perlu rumah bagus. Rumah bernuansa pedesaan tapi bersih mungkin lebih menarik perhatian tamu. Kesan agraris tetap harus terpelihara,” kata Yossiadie BS yang merangkap tim jelajah Dispartabud ini.
”Jangan sampai ada hotel besar di sini karena akan menghalangi view alam. Sebab di kawasan Bandungan dari Lemahabang sudah banyak hotel. Jika homestay dapat berkembang, perekonomian warga otomatis terangkat. Dan orang kota pastinya terkesima melihat kehidupan agraris.”
Keberhasilan PT PAS juga tidak luput dari keterlibatan masyarakat sekitar. Ada jasa pemandu kuda, ojek wisata (jekwis), dan pemandu wisata. Di desa itu juga dibentuk Kelompok Masyarakat Sadar Wisata.
”Selain ada petunjuk arah, warga turut memandu pengunjung yang hendak naik ke Umbul Sidomukti,” ucapnya seraya mengimbuhkan bahwa kawasan wisata Bandungan tidak segera dibenahi, orang akan memilih Sidomukti sebagai gantinya.
Akses Jalan
Hingga kini persoalan yang masih mengusik adalah soal akses jalan menuju wisata Umbul tersebut. Jalan naik menuju lokasi masih belum bagus. Kondisi jalan juga sempit.
Sejumlah pihak berharap akses jalan menuju objek wisata ini segera diperbaiki. Saat ini setidaknya ada 3,5 kilometer yang dalam kondisi tidak baik. Nino, pengunjung asal Semarang mengatakan, potensi wisata di Desa Sidomukti sangat besar.
Sinta, pengunjung lainnya, mengatakan aneka permainan seperti flying fox, marine bridge, kolam renang, dan pemandangan alam yang sangat indah di Sidomukti berpotensi mengundang banyak wisata. ”Akan lebih bagus kalau jalan menuju lokasi dalam kondisi baik,” tuturnya.
Pengaruh jalan juga dikhawatirkan pengelola. Jika hujan turun, jalan agak becek. ”Kami bersedia gotong royong membangun jalan bersama Pemkab Semarang. Kalau bisa juga dengan perusahaan lain yang memiliki tanah di lereng Gunung Ungaran ini,” tandas Bambang Wijanarko.
”Untuk simpangan roda empat sebenarnya masih bisa tapi sangat mepet. Memang banyak yang mengeluhkan kondisi jalan di sini,” ujar dia, ”Padahal, apabila pengunjung Umbul ini ramai juga berdampak pada peningkatan pendapatan asli daerah (PAD).”
Sekda Ir Warnadi MM mengatakan, pada intinya Pemkab sangat mendukung rencana pembangunan jalan tersebut. Pemkab juga harus melakukan survei, jika layak mengapa tidak dibangun bersama.
Wah, bila jalan menuju ke sana mulus, akan semakin banyak orang memanjakan diri di Sidomukti.
Label: wisata keluarga
.jpg)
Petualangan alam di umbul sidomukti
Siswono Yudohusodo terbilang jeli menangkap peluang keindahan alam Desa Sidomukti. Ia membuat konsep REAL atau Recreation (hiburan), Education (pendidikan), Adventure (petualangan), dan Leisure (pengisian waktu senggang). Di lahan PT PAS seluas 36 hektare tersebut, kini juga digunakan untuk outbound dan bumi perkemahan modern. Ada pula sekitar 400 hektare lahan Perhutani yang layak untuk wisata hutan.
Wisata Sidomukti tak sekadar menawarkan buaian alam, kesegaran udara, dan keindahan langit desa ini, tapi juga menantang pengunjung untuk menguji nyali. Di antara lembah yang ada terpasang flying fox sepanjang 110 meter dan 60 meter dengan ketinggian 70 meter. Dengan kedalaman lembah lebih dari 70 meter sangat mungkin flying fox tersebut yang tertinggi di Indonesia.
Atau, ingin meniti marine bridge (jembatan tali) sepanjang 60 meter dan terombang-ambing di atas jurang? Wow, tentu pengalaman sensasional, mendebarkan, dan mengasyikkan.
”Di lokasi ini juga ada outbond untuk perusahaan dan sekolah,” imbuh Bambang.
Untuk anak-anak tersedia wahana melatih keberanian dan sportivitas. Untuk mereka, ada flying fox anak sepanjang 15 meter. Fasilitas lainnya yaitu camping ground atau lokasi kemah. Di atas lahan itu pengunjung dapat menikmati malam di alam bebas. Pada tengah malam sunyi, gemeretak kayu api unggun menjadi musik tersendiri yang indah dan hangat, untuk mengusir udara dingin.
”Keajaiban” alam masih tersisa di lereng Gunung Ungaran. Jalur aliran air sungai yang jernih pada cekungannya menawarkan sensasi tersendiri. Biasanya, pengunjung secara rombongan menyusuri sungai kecil di lokawisata alam tersebut.
Label: wisata keluarga

Jalan dari candi dua hingga ke candi kelima masih sangat jauh. Dan ini candi ke tiga yang terdiri dari tiga bangunan, yaitu candi induk dengan dua candi Perwara.
Dibandingkan candi sebelumnya, arca yang mengisi relung di tubuh candi tiga, masih terlihat jelas, yakni arca � Mahakala dan Nadiswara yang setia menjaga candi ini berabad-abad.
Candi di Gedong Songo ini aslinya dibangun dari batu andesit. Setelah dipugar kini diganti dengan batu biasa. Dari candi ketiga ini tercium bau belerang. Tidak jauh dari candi tiga, terdapat sebuah mata air panas yang suhunya mencapai delapan puluh detajat selsius.
Sebagian pengunjung memanfaatkan tempat ini untuk mengobati penyakit tertentu. Sebagian lagi memanfaatkan-nya untuk membersihkan batin dengan melakukan meditasi.
Cuaca di Gedong Songo memang tidak dapat ditebak. Dalam perjalanan ke candi empat yang masih lumayan jauh udara berubah drastis. Namun justru cuaca seperti ini malah menambah candi - candi di gedong songo lebih eksotis.
Diantara semua candi, yang keempat masih terlihat utuh. Hanya saja delapan candi kecilnya sudah menjadi puing. Dan inilah candi ke lima atau yang disebut puncak Nirwana, dimana manusia mencapai kesempurnaannya.
Sang pembuatnya bisa jadi sengaja membangun candi � candi ini satu demi satu sesuai dengan tingkatan. Dan ketika rasa lelah mencapai puncaknya, saat itupula kita mencapai kesempuraan.
Seharusnya ada sembilan candi di Gedong Songo, namun kini tinggal lima, yang empat lainnya sudah menjadi puing. Candi lima terdiri dari sebuah candi induk, dengan beberapa reruntuhan candi Perwara. Si pembangun candi ini rupanya sudah memperhitungkan dengan baik letak candi lima.
Di candi ini, mereka memuja sang maha kuasa di tengah suasana hening dan terpencil. Tidak seperti candi dataran tinggi Dieng yang masih terawat dengan baik. Sebaliknya Gedong Songo akan sulit bertahan lama.
Label: wisata budaya

Candi gedong songo merupakan candi yang di bangun di dataran tinggi lereng gunung ungaran candi ini dibangun di ketinggian seribu dua ratus meter dari permukaan laut
Bayangkan saat itu, mereka harus membawa batu batu yang beratnya berton ton dengan peralatan seadanya hingga ke atas lalu menyusunnya satu persatu. Candi pertama ini kondisi sudah tidak utuh lagi. Beberapa bagian rusak dimakan usia.
Namun manusia ternyata lebih kejam dari waktu. Coret - coretan ini telah menghilangkan nilai nilai sakral dari bangunan ini. Barangkali, harus ditarik garis pemisah, apakah ini tempat hiburan atau museum, karena tempat ini sering hanya dijadikan tempat pacaran.
Yoni adalah alat kelamin pria yang menjadi tanda bahwa candi ini dibangun oleh pendeta-pendeta agama Hindu. Ciri - ciri Hindu juga bisa dilihat dari patung Siwa, Ganesha dan Aagastya yang oleh pematungnya dibuat sekitar abad ke-8 Masehi, semasa pemerintahan Dinasti Sanjaya.
Gedong Songo terkubur dalam kesunyian lereng Ungaran selama berabad - abad hingga arkeolog berkebangsaan Belanda, E.B Raffles menemukannya sekitar 250 tahun yang lalu. Sayangnya, tidak ada bukti tertulis yang bisa menjelaskan, siapa raja yang memerintahkan membangun candi ini.
Terdiri dari dua candi. Yang lebih kecil dan sudah menjadi puing puing ini disebut perwara. Perbedaan-nya dengan candi pertama, pada candi kedua ini, sama sekali tidak memiliki relung untuk tempat arca atau patung.
Bagian atapnya terdiri dari empat susun dengan hiasan Antefix, yakni ukiran seorang dewa yang sedang duduk. Kenapa candi candi di sini dibangun berbeda dan terpisah pisah ?.
Hingga saat ini, para ahli sejarah masih terus meneliti dan mencari bukti bukti tertulis.
Misteri candi di Gedong Songo ibarat kabut abadi yang menyelimuti gunung ungaran.
Label: wisata budaya

sebuah pasar yang bernama Pasar Bandungan. Pada intinya, pasar ini pun tak lebih dari sebuah pasar tradisional, yang seperti jenis pasar yang sama di mana pun, masih lekat kesan sumpek dan semrawut.
Namun begitu, ada pesona lain yang menempel di Pasar Bandungan sehingga memiliki nilai lebih dari sekadar sebuah pasar tradisional. Kelebihan itu terletak pada komoditas yang diperdagangkan di pasar tersebut.
Sebagian besar dagangan yang dijajakan adalah buah-buahan. Mayoritas kios dan los yang ada di Pasar Bandungan disesaki berbagai jenis buah, khususnya alpukat. Di samping itu juga berbagai buah musiman semacam kelengkeng, salak, durian, nangka dan lainnya.
Akan tetapi, uniknya, Pasar Bandungan juga tak bisa disebut sebagai pasar buah semata, karena di sana juga diperdagangkan berbagai makanan dan jajanan khas daerah pegunungan seperti jagung rebus, wedang ronde, serta berbagai makanan tradisional lainnya.
Keunikan lain yang bisa dinikmati sebagai bagian dari pesona Pasar Bandungan adalah fungsinya sebagai pasar eceran dan grosir sekaligus. Sebagai pasar eceran Bandungan menawarkan segala barang belanjaan. Tapi sebagai tempat grosir, Pasar Bandungan dikenal sebagai tempat kulakan alpukat yang cukup memikat.
”Para pedagang di sini memang punya dua pelanggan. Hari Senin sampai Sabtu kami melayani para pembeli partai besar, sedangkan hari Minggu dan liburan khusus untuk para wisatawan yang biasanya hanya membeli secara eceran,” ujar Ibu Ami (58), seorang pedagang yang menempati los tengah pasar tersebut, kepada SH beberapa hari lalu.
Untuk melayani dua macam pelanggan itu, Ibu Ami pun menyediakan dua kelompok dagangan yang ditujukan untuk kedua pelanggannya itu. Pada hari-hari biasa stok buah alpukatnya melimpah ruah sebab banyak pembeli partai besar yang akan dilayaninya. Pada hari libur dan Minggu, stok yang diperbanyak meliputi berbagai jenis barang dagangan yang lain seperti sayuran, makanan, dan sebagainya.
Konsekuensi dari dua macam pelanggan yang dilayani itu adalah adanya perbedaan harga. Untuk hari biasa atau dikenal sebagai ”harga bakul” sekilo alpukat dijualnya Rp 2.000. Tapi buah yang sama dengan kualitas yang sama pula dijual seharga Rp 4.000 per kilo pada hari libur dan Minggu.
”Hari Minggu saya juga menambah barang lainnya tiga kali lipat. Makanan tradisional seperti jadah dan wajik seperti ini bisa laku 150 sampai 200 potong dengan harga Rp 5.000 per potong. Kalau hari Minggu yang beli alpukat malah sedikit,” katanya lagi.
Banyaknya barang terjual pada hari Minggu jauh di atas hari-hari biasa. Menurut Ibu Ami, apapun barangnya kalau dijual pada hari Minggu dan libur akan laku. Lain dengan hari biasa yang hanya melayani para pengulak alpukat.
Karena itu, kata Ibu Ami, para pedagang di Pasar Bandungan lebih sering berharap datangnya akhir pekan atau saat liburan. Pada hari itu keuntungan melimpah akan mudah didapatkan.
Apa yang dikatakan Ibu Ami dibenarkan Wati (30), seorang pengelola toko berbagai jenis minuman segar seperti juice dan es. Dikatakan, dia selalu membeli alpukat di Bandungan pada hari biasa. Menurutnya, suatu kali karena kehabisan stok, dia terpaksa berbelanja ke Bandungan pada hari Minggu.
”Saya terpaksa membelinya dengan harga yang lebih tinggi daripada harga pada hari biasa,” katanya.
Meskipun lebih banyak melayani para pedagang besar, Haji Nur (47) juga menerapkan ”pola jualan” seperti Ibu Ami. Untuk hari-hari biasa, dia banyak melayani pelanggannya di luar kota dengan cara mengirimkan alpukatnya ke tempat para pelanggannya berada. Setidaknya dalam sepekan, yakni hari Senin dan Kamis, dia mengirimkan alpukat ke beberapa supermarket di Jakarta.
”Banyaknya ya tergantung tersedianya barang, tapi biasanya sekitar 1 ton sekali kirim untuk beberapa supermarket di Jakarta,” katanya.